Saya tidak tahu ini mulai terjadi sejak kapan.Tapi bertemu kembali dengan teman lama pada suatu pesta perkawinan teman di tempat yang jauh,seperti di Makassar ini,sungguh di luar ekspektasi saya.Jadi jangan salahkan saya kalau saya saja kaget akan bertemu kembali dengan teman lama saya itu.
Saya ke Makassar atas undangan teman saya,dia akhirnya menikah dengan pacarnya.Suatu kebahagiaan bagi saya bisa hadir disini berbagi kebahagiaan dengannya.Sungguh tak dinyana ketika saya sedang menikmati pesta,seseorang yang familiar dengan penglihatan saya.Ragu saya mendekatinya,setelah permisi pada Illiana,agar ia tak merepet panjang lebar karena merasa dimanfaatkan secara maksimal.
"Rafi?" Panggil saya
Pria itu menoleh,pada saya.Memperhatikan wajah saya dengan seksama sambil mengenali,mungkin.
"Rafi,bukan?"Tanya Saya mulai tidak yakin
"Iya.Kamu?"
Ahhhh,sudah jelaslah dia lupa pada saya.Hampir rasanya saya amblas ke dalam perut bumi karena merasa malu.
"Maaf,saya mungkin salah orang.Permisi" saya bergegas mengambil langkah seribu,sebelum cerita ini menjadi memalukan
Saya membalikkan badan,ingin segera kembali pada Illiana saat pergelangan lengan saya ditarik.Saya melihat orang yang berani memegang tangan saya di tengah keramaian.
"Amara?"
He knows me..yippie..
"Ya"jawab saya
"Its really you?"
Saya mengangguk.
Segera saya berada di pelukannya.
Aihhh...
"Wow.." Ia melepaskan pelukannya dan melihat saya lagi,kali ini dari ujung rambut ke ujung kaki.
"Kenapa?What so wowww?"Tanya saya
"Cantik"
Hahaha..seketika saya cengegesan..
Dan tangan saya memukul bahunya,malu.
"Bisa kamu ngomong gitu" ujar Saya
"Memang!"Ia,yang saya panggil Rafi,menegaskan kalimatnya
"Kamu kesini...mmm..living here?"Tanyanya
"Bukan..hanya undangan teman saya.Itu pengantin prianya"saya menunjuk Abdee yang masih menikmati makanan yang disediakan katering.
"Kamu sendiri?"
"Mencari jodoh"
Pfffttt,saya menahan tawa saya
"Bohong!"Ujar saya
Rafi menggeleng "Nope"
"Serius?" Saya masih tidak yakin
"Iya"
"Terus,ketemu?"Rafi tersenyum simpul
"I guess so"
"Ya?yang mana?" Saya menyapu ruangan dengan pandangan saya
Tiba-tiba bulu kuduk saya berdiri ketika sebuah suara mampir di telinga saya "Baru saja.Kamu"Saya melihat Rafi.Tiba-tiba saya merasa jarak kami dekat sekali,bibir kami hampir bersentuhan.Kaget!
Saya malah melotot kepadanya.Yang terjadi selanjutnya?Saya menepuk dadanya kuat-kuat.Dan bengong!
Saya ke Makassar atas undangan teman saya,dia akhirnya menikah dengan pacarnya.Suatu kebahagiaan bagi saya bisa hadir disini berbagi kebahagiaan dengannya.Sungguh tak dinyana ketika saya sedang menikmati pesta,seseorang yang familiar dengan penglihatan saya.Ragu saya mendekatinya,setelah permisi pada Illiana,agar ia tak merepet panjang lebar karena merasa dimanfaatkan secara maksimal.
"Rafi?" Panggil saya
Pria itu menoleh,pada saya.Memperhatikan wajah saya dengan seksama sambil mengenali,mungkin.
"Rafi,bukan?"Tanya Saya mulai tidak yakin
"Iya.Kamu?"
Ahhhh,sudah jelaslah dia lupa pada saya.Hampir rasanya saya amblas ke dalam perut bumi karena merasa malu.
"Maaf,saya mungkin salah orang.Permisi" saya bergegas mengambil langkah seribu,sebelum cerita ini menjadi memalukan
Saya membalikkan badan,ingin segera kembali pada Illiana saat pergelangan lengan saya ditarik.Saya melihat orang yang berani memegang tangan saya di tengah keramaian.
"Amara?"
He knows me..yippie..
"Ya"jawab saya
"Its really you?"
Saya mengangguk.
Segera saya berada di pelukannya.
Aihhh...
"Wow.." Ia melepaskan pelukannya dan melihat saya lagi,kali ini dari ujung rambut ke ujung kaki.
"Kenapa?What so wowww?"Tanya saya
"Cantik"
Hahaha..seketika saya cengegesan..
Dan tangan saya memukul bahunya,malu.
"Bisa kamu ngomong gitu" ujar Saya
"Memang!"Ia,yang saya panggil Rafi,menegaskan kalimatnya
"Kamu kesini...mmm..living here?"Tanyanya
"Bukan..hanya undangan teman saya.Itu pengantin prianya"saya menunjuk Abdee yang masih menikmati makanan yang disediakan katering.
"Kamu sendiri?"
"Mencari jodoh"
Pfffttt,saya menahan tawa saya
"Bohong!"Ujar saya
Rafi menggeleng "Nope"
"Serius?" Saya masih tidak yakin
"Iya"
"Terus,ketemu?"Rafi tersenyum simpul
"I guess so"
"Ya?yang mana?" Saya menyapu ruangan dengan pandangan saya
Tiba-tiba bulu kuduk saya berdiri ketika sebuah suara mampir di telinga saya "Baru saja.Kamu"Saya melihat Rafi.Tiba-tiba saya merasa jarak kami dekat sekali,bibir kami hampir bersentuhan.Kaget!
Saya malah melotot kepadanya.Yang terjadi selanjutnya?Saya menepuk dadanya kuat-kuat.Dan bengong!
Komentar
Posting Komentar