Hati menurut KBBI adalah sesuatu yang ada dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala menyimpan perasaan dan batin (http://bahasa.cs.ui.ac.id/kbbi/kbbi.php?keyword=hati&varbidang=all&vardialek=all&varragam=all&varkelas=all&submit=tabel)
Sedangkan depresisasi berarti penyusutan nilai(masih menurut KBBI)
*
Dear Amara,
Ini aku, Abdee. Aku tahu kamu pasti belum ingat padaku. Ini Abdee, yang pernah satu training sama kamu setahun yang lalu di Surabaya. Semoga kamu masih ingat. Aku juga tahu, kening kamu berkerut melihat suratku. Hari gini, kok masih ada yang menulis surat? Tadinya aku mau BBM kamu, tapi sepertinya ini membutuhkan lebih dari sekedar ngobrol-ngobrol sampah di BBM. Itu juga, semoga namaku masih ada di kontak list BBM kamu.
Saya membuka kontak BBM saya,mencari nama Abdee, dengan double 'e' tapi yang saya tidak menemuikannya. Hmmm, mungkin karena saya sudah tukar Blackberry, jadi saya tidak lagi menemukan namanya. Tapi, saya ingat padanya, Abdee, my favourite brownies. :)
Nggak tahu harus memulai darimana, ..
Hari ini, aku sedang browsing di internet, iseng-iseng googling dan tanpa sengaja menemukan nama kamu di sana. Gak nyangka kamu sudah mejadi sukses sekarang. Selamat ya, aku senang kamu berhasil
Ah, sepertinya saya tahu surat ini akan mengarah kemana.
Amara, do you remember what happen on that night? I do and always do. Kamu spesial buat aku, kamu selalu bantu aku kalau aku butuh. Kamu dewi di hatiku
Aduh, saya memegangi perut saya, mulai mual.
Begini, gak ada yang lebih berarti selain kamu buat aku, tapi tetap saja seperti yang kamu tahu aku berencana untuk menikah dengan pacarku. Kamu tahu, Mara? Pacarku yang kamu bilang cantik, mendesak aku untuk menikahinya. Katanya kesabarannya sudah di ujung-ujung. Ia merasa sudah terlalu lama menunggu. Dalam rentang waktu 7 tahun, katanya ia seharusnya sudah punya anak 2 kalau dari dulu sudah menikah tapi demi menunggu aku, dia bertahan dan mengabaikan laki-laki lain yang mendekatinya. Aku tersanjung, pasti. Namun, menikah bukan perkara gampang kan, Mara? Kamu yang bilang itu padaku.Butuh biaya dan persiapan mental. Biaya bisa dicari tapi secara mental, aku takut gak bisa membahagiakan dia. Aku mencari kamu kemana-mana. Mencoba meminta saran. Aku takut dia lari dari aku jika aku tidak menikahinya akhir tahun ini. Ini ultimatum darinya. Aku terlalu menyayanginya, sampai tidak rela ditinggalkannya. Aku takut dia tidak lagi mencintaiku atau cintanya berkurang hanya karena aku belum siap menikahinya.
Teori yang menarik, pikir saya.
Tapi dengan segala daya upaya, berpikir yang panjang, menimbang hasil diskusi kita selama ini, aku rasa mungkin ini memang saat yang tepat.I decide to marry her, dear. Aku merasa memang sudah sepantasnya dia kunikahi. Tapi tenang, dear, ini bukan seperti yang kamu pikir : bahwa aku menikah karena didesaknya, desakan umur atau keluarga,yahhhh....memamng ada desakan juga sih. Dari hatiku.
Aku gak mau kehilangan dia, sebelum ia meninggalkanku karena bosan akan teori besarnya cintaku padanya, aku memutuskan untuk mengikat hatiku dengannya.Semoga ini menjadi keputusan yang tepat. Terima kasih atas doa kamu selama ini, diskusi-diskusi yang menarik dimalam-malam saat kita di Surabaya.Semuanya, terima kasih. Undangan ku lampirkan.
Semoga uangmu cukup ya untuk datang...hehehe, maaf deh gak ngabari sejak lama sehingga kamu bisa nabung. Love you, dear Mara.
Peluk cium.
Abdee
Hm..saya tersenyum sendiri melihat undangan yang ada di tangan saya.
Senang melihat ia akhirnya menikah. Saya tertarik dengan teori Depresiasi hati-nya. Bahwa ia takut perasaan pacarnya berkurang jika tidak segera dinikahi. Hal yang seharusnya menurut saya tidak perlu terjadi. Hati itu adalah perasaan yang paling jujur. Dan tidak dibutuhkan laporan bulanan atau tahunan untuk menilai seberapa besar rasa itu. Tapi gimanapun saya turut bahagia untuknya.
Bergegas saya membuka netbook saya, hunting tiket ke Makassar.
:)
Komentar
Posting Komentar